Prioritas pertama adalah cahaya dan udara. Rumah lama di Bandung umumnya punya ruang tengah yang gelap karena bukaan hanya ada di fasad depan dan belakang. Intervensi kecil — light well, void di atas tangga, atau mengganti sekat masif dengan roster — sering mengubah karakter rumah lebih besar daripada menambah satu kamar di belakang.
Prioritas kedua adalah alur ruang. Petakan jalur harian penghuni: dari carport ke dapur, dari kamar ke kamar mandi, dari ruang keluarga ke taman. Banyak rumah lama memaksa penghuni memotong ruang lain untuk beraktivitas. Merapikan alur — menggeser satu pintu atau menggabung dua ruang kecil — bisa membuat rumah terasa jauh lebih longgar tanpa menyentuh luasan.
Prioritas ketiga adalah struktur. Sebelum merancang penambahan lantai atau membuka dinding besar, kondisi pondasi, balok, dan dinding penahan eksisting harus dibaca dulu. Penambahan luasan baru masuk akal bila tiga hal di atas sudah diperbaiki dan kebutuhan ruang memang masih belum tertampung — bukan sebagai reaksi pertama terhadap rumah yang terasa sumpek.